Spesifikasi Laptop/PC

Review notebook Lenovo Ideapad S10

Netbook kini kian menjamur. Banyak orang menyukainya berkat bobotnya yang enteng dan fisiknya yang mungil. Tak heran bila merek netbook pun terus bertambah. Lenovo pun tak mau ketinggalan meramaikan pasar netbook. Ada dua model yang ditawarkan vendor yang mengakuisisi merek IBM ini, yakni IdeaPad 9 dan IdeaPad 10. Yang pertama berlayar 8,9″, sedangkan yang kedua – yang kami uji – berlayar lebih besar, yakni 10″. Desain Cakep Mari kita lihat dulu fisik Lenovo IdeaPad S10 ini. Unit yang kompas.com terima berwarna putih bersih luar dalam. Tulisan lenovo dalam warna metalik silver tertera jelas dengan huruf miring pada panel casing sisi kanan. Ukuran font-nya cukup besar, sehingga mudah terbaca oleh siapa pun yang melintas di depan Anda. Desain netbook ini cakep dan modern dengan ujung-ujung tanpa sudut. Juga terlihat kokoh, seperti yang bisa kita harapkan dari nama besar Lenovo. Namun finishing Lenovo IdeaPad S10 ini menurut kami kurang cantik. Casing-nya yang putih tidak glossy, cenderung mirip casing PC, dan agak kasar – dan walaupun tidak mudah mengundang sidik jari, tampak rentan mengakumulasi kotoran dan debu. Mudah-mudahan tipe yang berwarna lain (hitam, biru, pink, merah) terlihat lebih elok. Bagian Dalam Sekarang mari kita buka IdeaPad S10. Engselnya terlihat mantap, kedua ujungnya diperkokoh dengan lingkaran krom berwarna silver.

Sebuah Webcam tampak di pinggir atas layar LCD. Tak ada apa pun lagi selain Webcam. Webcam ini cukup responsif. Kita tentu saja boleh memotret dengannya. Yuk alihkah pandangan ke bagian panel keyboard. Wah, ada sesuatu yang berbeda di sini. Pertama, tombol on/off tidak diletakkan di bagian pinggir seperti pada kebanyakan netbook lain, tetapi ditempatkan di tengah panel. Penempatan ini cukup menyenangkan. Di sisi kanan tombol on//off terdapat tiga LED, masing-masing untuk Caps Lock, Num Lock, dan akses harddisk. Tampak dua tombol lain sebaris, tetapi terpisah dari tombol on/off di sisi kanan. Yang berlabel paneh melengkung orange adalah tombol OneKey Rescue System yang merupakan kekhasan Lenovo, sedangkan yang berlabel gambar komputer dengan lengkungan di sisi kiri dan kanan akan mengaktifkan/mematikan fitur Wi-Fi/Bluetooth. Hadirnya dua tombol khusus ini memang memudahkan kita saat ingin dengan cepat mematikan atau mengaktifkan fitur, utamanya karena kita tidak perlu menekan kombinasi tombol Fn lagi. Tinggal tekan satu tombol tersebut. O ya, jangan keliru mengasumsikan tempat ketiga tombol dan tiga LED ini dibingkai oleh speaker.

Kendati ada lubang-lubang seperti pada speaker, ini bukanlah panel speaker, melainkan sekadar efek pemanis. Tombol Keyboard Deretan tombol ada di panel keyboard. Ukuran tombolnya tidak sebesar milik Wind Notebook U100, tetapi cukup responsif walaupun mengeluarkan bunyi saat diketuk agak keras. Karena keterbatasan ruang, tidak tampak Numeric Keypad di sini. Namun Num Pad virtual bisa diaktifkan dengan menekan kombinasi Fn+F7. Maka tombol U menjelma menjadi angka 4, I menjadi 5, dan O menjadi 6, J menjadi 1, dan M menjadi 0. Tombol Tab dibuat agak kecil, sekitar setengah ukuran tombol huruf lainnya. Ini menyebabkan beberapa kali kami meleset menekannya. Yang juga kami sayangkan adalah letak tombol Shift di sisi kanan. Penempatannya yang di bawah tombol Enter kerap menyebabkan kami salah menekan. Kami juga kurang suka dengan penempatan tombol PgUp dan PgDn yang ada di sisi atas kanan – kendati ini mungkin masalah kebiasaan saja. O ya, ada sesuatu yang tak lazim di sisi kiri palmrest.

Ada sebuah lubang dengan logo mikropon di situ. Ya di situlah Lenovo menempatkan mikropon internalnya. Memang letak mikropon menjadi lebih dekat dengan mulut, tetapi menurut kami kurang pas karena lubang mikropon cenderung tertutup oleh telapak tangan kiri yang sedang mengetik. Touchpad Multi-Touch Tepat di tengah palmrest, seperti laiknya pada semua netbook dan juga notebook, tampil bidang touchpad.

Ukurannya, jika dibandingkan milik MSI Wind U100, lebih pendek. Namun ternyata tetap nyaman menggeser-geser ujung jari di sini. Touchpad ini sudah dibekali kemampuan Multi-Touch seperti milik Asus Eee PC 900. Jadi untuk memperbesar tampilan (zoom in) foto, kita tinggal memposisikan jari telunjuk dan jari tengah merapat lalu mengembangkannya secara bersamaan. Untuk memperkecil tampilan, lakukan ke arah sebaliknya.Praktis dan cepat.

Di bagian bawah touchpad terdapat dua bilah krom yang berfungsi sebagai tombol kiri dan kanan mouse. Sisi Kiri dan Kanan Selesai sudah pengamatan fisik di bagian panel. Mari kita pindah ke sisi kiri. Di sisi ini terdapat lubang kisi-kisi yang disebut fan louvers. Fungsinya adalah membuang panas dari dalam unit. Tepat di sebelah lubang yang menyita sepertiga badan itu bercokol jack tempat adapter AC dicolokkan. Pada sisi yang sama tampak juga sebuah port VGA,

slot multimedia card reader, dan satu port USB 2.0. O ya, jika kartu SD (Secure Digital) kita masukkan ke slot multicard reader, sebagian badan kartu akan menonjol keluar dari slot. Tidak ada fungsi pegas di slot ini, jadi untuk mencabut kartu kita tinggal menarik bagian badan kartu yang nongol tadi. Yuk pindah ke sisi kanan. Di arah depan hadir sebuah slot PCI Express Card yang masih jarang dikemaskan oleh netbook lain. Slot PCI Express Card ini yang bisa ditarik keluar ini boleh dimanfaatkan untuk mengkoneksikan perangkat FireWire, eSATA, 802.11n, atau bahkan WiMax – tentunya dengan bantuan adapter Express Card yang tepat. Berturut-turut ke arah belakang berjajar sebuah jack headphone, jack mikropon, sebuah port USB 2.0, dan satu port LAN.

Bagian lingkaran metal yang menjadi engsel netbook ini berlubang, tempat kita memasangkan pengaman notebook, alias Kensington lock. Speaker Speaker ada pada bagian depan sisi yang menghadap diri kita. Di sisi kiri speaker adalah tiga LED sistem: paling kiri adalah status on/off unit (LED biru), bagian tengah adalah status indikator daya batere, dan paling kanan indikator perangkat Wi-Fi (biru bergantian dengan ungu ketika Wi-Fi aktif). Kualitas suara speaker netbook ini, menurut kami, cukup jernih tetapi volumenya kurang kuat. Selain menyembunyikan speaker, lubang-lubang di bagian depan itu juga berfungsi membantu mendinginkan unit. Layar Layar netbook ini berukuran 10″ – tak beda dengan tawaran para saingannya.

Namun ada bonus di sini, yakni LED backlit yang mampu menghemat daya batere tetapi juga bisa membuat warna-warni tampilan di layar tampak hidup. Resolusi layar ini 1024×600, tetapi bisa juga disetel menjadi 1024×768.

Cuma Anda harus melakukan gulung kiri/kanan dan atas/bawah jika memilih resolusi tersebut. Tampilan di layar disokong oleh chip grafis Intel GMA 950 64MB. Chip yang tergolong lawas ini memang mumpuni untuk menangani GUI Windows XP biasa. Namun menyebabkan skor 3DMark 2003 yang ditorehkan tidak terlalu tinggi, 570. Jadi jangan berharap bisa memainkan game dengan resolusi tinggi dengan nyaman di S10 ini.

Panas di Sisi Kiri Satu yang agak kami sayangkan. Setelah dipakai sekitar 10 menit, palmrest Lenovo IdeaPad S10 mulai terasa panas. Panas khususnya terasa di sisi kiri, dan cukup mengurangi kenikmatan menggunakan netbook cantik ini. Padahal di sisi kiri dan bagian depan, juga bagian bawah netbook sudah terdapat kisi-kisi pembuang panas. Namun pada unit uji kami, sirkulasi udara tersebut kurang berhasil menghalau panas.

Suhu yang tercatat di sisi kiri oleh termometer – saat kami mengukurnya di ruangan ber-AC – cukup tinggi, 35 derajat Celcius. Karena itu tidak disarankan untuk memangku S10 ini berlama-lama. Ada baiknya Anda membeli meja portabel lipat (foldable notebook desk) untuk notebook yang terbuat dari alumunium yang sekarang banyak dijajakan saat menggunakan netbook di luar kantor. Atau gunakan notebook cooler.

Software Tidak banyak software yang dibundelkan Lenovo pada S10. Yang menonjol tentu saja OneKey Rescue System, yang bisa diaktifkan dengan menekan tombol khusus. Adanya OneKey Rescue System ini membuat hati tenang. Sebab jika Windows kacau akibat serangan virus misalnya, kita tinggal menekan tombol OneKey Rescue System dan program akan mendeteksi apakah Windows benar kacau. Jika file kernel sistem rusak, program OneKey Rescue System akan meminta kita melakukan perbaikan sistem.

Kita juga boleh mengotomatiskan backup menjadi image, membakarnya ke DVD, dan menjadikannya bootable dengan seluruh image sistem operasi. Sistem akan reboot setelah proses perbaikan selesai dilakukan. Selain OneKey Rescue System, Lenovo hanya membundelkan (secara pra-install) Windows XP Home Edition SP3, Norton Internet Security 2008, dan Adobe Reader 8, serta Lenovo Energy Management.

Bobot Dibandingkan netbook sejenis, bobot Lenovo IdeaPad S10 ini masih wajar. Jika baterenya yang berbobot 175gr dipasang, total bobot netbook ini ada di kisaran 1,2kg. Cukup ringan bukan? Namun adakalanya (atau mungkin sering), khususnya jika ingin menggunakannya berlama-lama, kita harus membawa adapter dan kabel daya. Pasalnya, batere S10 yang 3-cell ini hanya mampu bertahan sekitar 2 jam, dengan pengisian ulang batere memakan waktu 2 jam 11 menit. Secara fisik, adapter netbook ini tidak lebih besar dari adapter merek lain, tetapi kabelnya cukup besar (dan berat) – mirip milik MSI Wind U100.

Alhasil jika ingin membawa semuanya (netbook, batere, kabel + adapter), kita harus rela menenteng beban seberat 1,61kg. *** Sungguh, Lenovo IdeaPad S10 ini menggiurkan. Desainnya tipis dan menawan, dengan kata lain keren. Adanya slot PCI ExpressCard/34 pun membuatnya tampil beda dari netbook lain. Kinerjanya – untuk aplikasi Office dan berselancar – cukup baik. Andai saja masalah panas yang cukup menyengat itu bisa diatasi oleh Lenovo.

Juga pasti lebih nyaman bila Lenovo membekalkan batere 6-cell yang lebih tahan lama. PLUS: Desain cakep; harddisk 160GB; slot Express Card; OneKey Rescue System. MINUS: Panas; casing mudah kotor; batere 3-cell. Hasil Uji Jika dibandingkan Axioo Pico DJM616A yang spesifikasinya setara, Lenovo IdeaPad S10 terlihat kalah gegas dalam memutar video/game 3D yang membutuhkan akselerasi cepat. Namun daya tahan batere 3-cell-nya lumayan baik. Sayang Lenovo tidak menawarkan opsi batere 6-cell.